Desa Sumbersekar merupakan mana desa yang berdiri sejak jaman kerajaan Singosari, saat itu wilayahnya masih berwujud hutan belantara. Desa ini berawal dari dua suku kata yakni Sumber dan Sekar. Umbul (bahasa Jawa) yang berarti Sumber mata air yang bening dan bersih, sedangkan kata Sekar (bahasa Jawa) artinya bunga atau kembang. Sumber mata air yang bening dan bersih itu digunakan untuk kebutuhan seperti minum, mandi, kebutuhan rumah tangga, serta berguna untuk masyarakat secara umum untuk mengaliri sawah hingga sampai saat ini. Sedangkan bunga selalu berkembang dengan sendirinya dan mengeluarkan bau yang harum. Sehingga seorang Pertapa tua memberikan nama desa tersebut yaitu Sumbersekar.
Desa Sumbersekar adalah desa yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Kata ‘Dau’ lebih melekat di hati masyarakat hingga saat ini dikarenakan pusat pemerintahan kecamatan di jaman Belanda ketika itu berpusat di Desa Sumbersekar. Pemerintah Kecamatan Dau pada jaman Belanda terletak di Dusun Dau yang saat ini berubah nama menjadi Dusun Krajan. Pada saat penyerahan dari Pemerinta Belanda ke Republik Indonesia, Kecamatan Dau saat itu dipimpin oleh Camat bernama Hadi Siswoyo. Istilah ‘Dau’ diartikan sebagai masyarakat dengan Dadiyo Ayem’e Urip


No comments:
Post a Comment